Alexa Certified Site Stats for

Kumpul Blogger

Suatu Ketika


       Tibalah aku dalam sebuah masa dimana aku dihadapkan pada suatu situasi yang tak menentu. Di perantauan ini memang membuatku tidak berpikir tentang wanita sedikitpun, hatiku seakan hampa karena prioritas utamaku adalah pekerjaan terlebih dahulu, Meninggalkan pulau Sulawesi dan berharap terangkat jadi PNS adalah tujuan utamaku meninggalkan kampung halaman. “Pokoknya tujuan utamamu itu, jangan berbuat macam-macam, ingat orang tua, saudara dan kampung halaman apabila terbesit dalam benakmu berbuat yang tidak baik dan tidak senonoh”, itu Cuma sekelumit wejangan yang diamanahkan kakak kepadaku dan kata-kata itu masih terngiang di Telingaku sampai sekarang.

      Hingga suatu ketika lewat sebuah situs pertemanan “Facebook” kutemukan seorang yang mampu membuat dadaku bergetar hebat. Namanya Cahaya, lebih lengkapnya Cahaya Surga. Dia bersuku Jawa dan tinggal di Jawa pula, sementara aku suku Makassar dan sekarang tinggal di Kalimantan Timur. Menilik dari namanya dia memang cukup sederhana, Dia tiba-tiba muncul menjadi seorang member yang bergabung di Fanspage tentang pesepakbola yang kami idolai. Awalnya biasa saja, karna masih kurangnya member maka apabila aku membuat satu status di FP yang “like” dan “comment” Cuma dua orang saja, Cahaya dan seorang perempuan satu lagi tapi mengaku masih ABG. Singkat cerita dari seringnya kami saling mengomentari akhirnya terjalin sebuah hubungan pertemanan yang cukup baik.

      Aku sempat timbul tenggelam dalam pengelolaan Fanspage tersebut, kadang mengupdate berita kadang tidak dikarenakan aku sibuk saat itu. Hal ini sempat membuat kami putus Komunikasi, pernah juga masuk pesannya di inbox FB menanyakan kabar kenapa aku tidak pernah update status lagi, aku Cuma menjawab sibuk. Aku kurang tau berawal dari mana sehingga kami saling chatting lagi lewat FB, dan juga tidak tau kenapa mulai timbul rasa yang membuatku menggelegak hebat. Wajahnya sederhana, umurnya juga terpaut lima tahun di atasku, tapi yang membuat aku tertarik adalah kelembutannya. Meskipun kami tidak pernah bertemu tapi aku bisa merasakan itu.

       Minggu 27 Mei 2012 merupakan tanggal di mana aku nekat menembaknya, mengungkapkan perasaan bahwa aku sangat mencintainya. Dia sempat bercerita kalau sebenarnya dulu ada yang pernah melamarnya, tapi dia menolak secara halus karena Pria tersebut sering bepergian ke luar negeri, “Jauh” katanya. Otomatis aku yang merasa jaraknya jauh darinya juga merasa bahwa aku senasib dengan Pria itu, Cuma mungkin ada beberapa perbedaan antara aku dengan pria itu. Orang yang sering ke luar negeri bersekolah sudah barang tentu bukan orang miskin, sementara aku yang hanya anak petani dan orang miskin merantau mencari peruntungan di Negeri orang hanya dengan bermodalkan kepercayaan kepada Tuhan yang maha Esa. Tapi itu semua tak membuatku surut, jawabannya tetap aku tunggu. Diapun memutuskan akan memberikan jawabannya esok hari. Hanya 24 jam tapi waktu itu bagiku teramat lama…

Menunggu adalah pekerjaan tersulit……

Jeneponto Selayang Pandang

Jeneponto merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Propinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Terkenal sebagai Kota Turatea, yang berarti “orang dari atas“. Jeneponto juga terkenal seebagai kota Kuda, makanya apabila kita sudah memasuki kota Bontosunggu yang merupakan ibukota Kabupaten Jeneponto, Kita akan disuguhi pemandangan sebuah patung Kuda di dekat Parang Passamaturukang. Salah satu hal yang mungkin membuat Jeneponto di kenal sebagai kota kuda adalah adanya pasar yang khusus menjual kuda terletak di daerah Tolo’ dan hal lain tentu saja karna Coto Makassar dan Konro-nya. Daerah ini secara geografis terbagi atas dua wilayah, Wilayah Utara yang terkenal dengan pertaniannya yang subur dan pesisir Selatan yang merupakan daerah dataran rendah dengan kekeringan yang panjang apabila musim penghujan datang. Tak heran kalau Jeneponto terkenal sebagai daerah gersang dan tandus karna jalan poros Propinsi yang melalui daerah ini adalah wilayah selatan, Padahal sebenarnya Jeneponto juga memiliki daerah yang subur.

Mendengar kata Jeneponto sebagian orang mungkin terbayang dengan kegersangan dan kekeringan. Penulis sendiri punya pengalaman cukup unik mengenai hal tersebut. Penulis adalah Putra daerah kelahiran Linrung Loe,Pokobulo Desa bangkala Loe Kec.Bontoramba, Kebetulan setelah tamat SD, penulis ikut dengan saudara yang bertugas di Pinrang dan bersekolah di sana sampai tamat SMU. Suatu hari penulis ingin pulang ke Jeneponto, tiba –tiba ada teman yang nyelutuk sambil bercanda,”Jangan lupa oleh-olehnya kalau pulang nah..” belum sempat penulis menjawab ada teman lain yang memotong “Uchh,, Punya oleh-oleh apa dari Jeneponto, Jeneponto kan Gersang”. Penulis sempat terbengong dan sedikit tidak percaya dengan kata teman tadi. Perasaan jadi campur aduk, mau marah penulis pikir ucapan teman ada benarnya , malu tapi merasa mempunyai harga diri juga, akhirnya dengan sedikit diplomatis penulis menjawab,”Jeneponto gersang bukan berarti tidak punya apa-apa, masyarakat di sana tidak mungkin bisa hidup kalau memang tidak ada yang bisa dimakan, banyak kok oleh-oleh yang mungkin disini tidak punya ada Sirsak, buah lontar dan banyak yang lainnya”. Teman yang memotong tadi jadi sedikit terdiam, penulis juga kurang tahu apa yang sedang berkecamuk dipikirannya, mungkin saja mengiyakan kata-kata dari penulis atau mungkin juga merasa bersalah atas kata-katanya tadi. Yang penulis sayangkan setelah pulang dari Jeneponto, Oleh-oleh yang penulis bawa sudah ludes diberondong tetangga sebelum bawa oleh-olehnya ke Sekolah sebagai pembuktian. Tapi sudahlah mungkin juga teman tadi sudah lupa. Dari pengalaman tersebut, penulis bisa menarik sedikit kesimpulan bahwa betapa buruknya Jeneponto dimata mereka yang belum kenal betul daerah ini. Untuk itulah penulis mengajak kepada Generasi muda jeneponto untuk bisa ikut serta dalam mengharumkan nama daerah , tentu saja dalam kegiatan yang positif. Penulis Cuma bisa mengajak pembaca karna penulis sendiri sekarang sementara merantau ke Kalimantan (merantau bagi penulis bukan hal yang memalukan tetapi salah satu sikap pantang menyerah didalam hidup seperti juga Nabi Muhammad SAW yang hijrah ke Madinah) tapi insya allah kalau sudah berhasil berniat kembali ke kampung untuk ikut serta membangun daerah tercinta. Bagaimanapun seperti kata pepatah “Walaupun hujan emas di Negeri lain, Lebih baik hujan batu di Negeri sendiri”.

Masyarakat Jeneponto sebagaimana suku Makassar pada umumnya memegang prinsip Siri’ Na Pacce, yang artinya Malu dan sedih. Malu apabila harga diri diinjak-injak orang lain serta berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan norma dan sedih atau ikut merasakan penderitaan sesama yang harga dirinya diinjak-injak. Makanya muncul pepatah ” Punna tanre siri’nu, Paccenu tong isse pa’nia” artinya kalau kamu tidak mempunyai malu maka rasa sedihmu yang kau munculkan. Adapula pepatah ” A’bulussibatanng Accera’ Sitongka-tongka” yang maknanya kurang lebih kalau masyarakat jeneponto Sangat peduli terhadap persatuan atau gotong royong, tetap solid dalam keadaan apapun disertai sifat pantang menyerah. Seperti yang dituliskan di atas, Daerah selatan dikenal sebagai daerah yang tandus, sehingga kadang orang menilai jeneponto itu tidak ada apa-apanya tapi justru inilah yang menjadi sisi positif masyarakat Jeneponto. Dengan Kekurangan tersebut Masyarakat jeneponto mampu bertahan hidup. Ada beberapa daerah yang bisa dinilai cukup berhasil, Tengok saja daerah Nasara’, daerah ini mampu menjadi penghasil garam yang cukup diakui di wilayah Sulawesi selatan sendiri dan bahkan Indonesia, belum lagi daerah lain yang mampu menjadi penghasil cabai dan jagung serta masih banyak yang lainnya.(maaf yang daerahnya tidak disebut jangan marah)

Beberapa hal yang cukup menggembirakan dengan kabupaten Jeneponto sekarang, Di daerah Bangkala telah dibangun sebuah PLTU yang diharapkan bisa menyuplai pasokan listrik di Sulawesi selatan serta rencana pembangunan pabrik Nikel yang tentu saja dengan adanya hal tersebut mudah-mudahan bisa menyerap tenaga kerja dari putra daerah. Adapula rencana pembangunan Waduk Kareloe yang mudah-mudahan bisa terwujud , adanya waduk tersebut diharapkan bisa lebih memakmurkan daerah yang terkenal kering ini. Penulis yakin apabila waduk ini berdiri, Jeneponto bisa mengejar ketertinggalannya dari daerah lain. Masalah SDM sebenarnya banyak mutiara terpendam yang bertaburan di daerah ini. Penulis jadi kembali teringat dengan teman yang selalu Rangking 1 waktu SD, Dia putus sekolah gara-gara masalah biaya, dan ini PR bagi pemerintah untuk bisa menyaring dan memperhatikan mereka yang berprestasi, seraya berharap mudah-mudahan kejadian yang menimpa teman penulis tidak terulang lagi.

SEMANGAT KI’ JENEPONTO…………

Contoh Proposal PKBM

KATA PENGANTAR

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Syukur Alhamdulillah senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat, Rahmat dan HidayahNYa sehingga kesempatan untuk menyusun proposal program pengembangan PKBM tematik di PKBM Mutiara Bangsa Sangatta Utara Kutai timur Kalimantan timur yang merupakan program pendidikan luar sekolah.
Dalam menyusun proposal ini, masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu dengan rendah hati tak henti-hentinya meminta bimbingan, jika terdapat kekurangan di dalamnya. Namun suatu hal yang perlu diketahui bahwa, kami mengharapkan mampu berperan untuk mendorong tumbuhnya masyarakat belajar sepanjang hayat melalui program pendidikan keaksaraan, pendidikan kecakapan hidup dan kewirausahaan, peningkatan budaya baca masyarakat, dan penataan pendidikan nonformal, serta program penuntasan warga belajar putus sekolah.
Akhirnya kepada rekan yang senantiasa membuat dan menyusun proposal program pengembangan PKBM tematik di PKBM Mutiara Bangsa ini, kami ucapkan banyak terima kasih. Semoga Allah SWT memberkati jerih payah kita.
Demikian proposal usulan baru kami buat dengan sebenar-benarnya dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sangatta, 23 April 2012

Ketua Penyelenggara PKBM
Mutiara Bangsa

Ismail, M.Pd.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan sangatlah penting bagi manusia, dengan adanya pendidikan bagi manusia sebagai pendukung terhadap upaya peningkatan derajat manusia. Dalam upaya peningkatan derajat manusia khususnya masyarakat yang ada di Kutai Timur yakni salah satunya adalah melalui pendidikan. Dengan merujuk pada falsafah seorang filosof bahwa pendidikan bertujuan untuk memanusiakan manusia dan dengan pendidikan jugalah menjadi tolok ukur maju dan berkembangnya masyarakat pada suatu Negara.
Dengan adanya PKBM Mutiara Bangsa sebagai wadah kami untuk ikut andil dalam mencerdaskah kehidupan bangsa baik melalui program pendidikan nonformal yakni paket A, paket B dan paket C serta kursus dan keterampilan mengemudi.
Kutai timur adalah daerah yang notabenenya sebagai daerah Kabupaten yang baru berkembang dan merupakan daerh hasil dari pemekaran Kutai Kartanegara (Tenggarong) yang pemerintahannya baru berjalan sekitar kurang lebih 10 tahunan lamanya dengan jumlah 18 kecamatan. Kutai timur mempunyai masyarakat yang majemuk dan terdiri dari beberapa masyarakat/suku asli seperti Kutai, Dayak dan Banjar juga masyarakat/suku pendatang dari beberapa penjuru daerah di Indonesia seperti dari pulau Jawa, Sulawesi, Sumatera dan sebagainya.
Dalam bidang pendidikan baik nonformal lebih khususnya di Kutai Timur, masih banyak masyarakat asli maupun pendatang yang putus sekolah, bahkan belum mengenyam pendidikan formal sama sekali dan hal ini telah dibenarkan oleh beberapa penelitian bahwa penduduk buta aksara usia 15 – 59 tahun, tahun 2011 berjumlah 7.546.344 orang di Indonesia. Dari jumlah tersebut sebagian besar tinggal di daerah perdesaan seperti: petani kecil, buruh, nelayan, dan kelompok masyarakat miskin perkotaan yaitu buruh berpenghasilan rendah atau penganggur.
Dengan fenomena masyarakat di atas, seiring perkembangan zaman yang ditunjang dengan perkembangan informasi dan komunikasi akan pendidikan yang dicanangkan pemerintah dalam peningkatan Sumber Daya Manusia masyarakat bisa lebih merata secara sadar, masyarakat dengan sendirinya sadar betul akan pentingnya pendidikan disertai dengan reaksi positif masyarakat dengan animo untuk mengenyam pendidikan melalui paket A paket B dan paket C yang wadahi dan difasilitasi oleh salah satu Lembaga PKBM Mutiara Bangsa Sangatta Kutai Timur.
Kutai Timur adalah daerah yang masyarakatnya sangat banyak. Sementara pemerintah sangat mengharapkan peningkatan Sumber Daya Manusia masyarakat bisa lebih merata, tapi karena kondisi ekonomi mereka sangat tidak memungkinkan.sehingga mau tidak harus putus sekolah. Masyarakat demikian menjadi rentang terjadinya konflik – konflik sosial, sehingga kebutuhan akan pendidikan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi riak – riak sosial dan ketertinggalan penduduk untuk mendapatkan kesempatan belajar dan bekerja..

Oleh karena itu, untuk menyikapi kenyataan tersebut untuk tersebut, sebagai penyelenggara pendidikan Non Formal, PKBM Mutiara Bangsa mengambil peran sebagai suatu langkah dalam mengantisipasi pelaksanaan pendidikan tersebut. Itulah sebabnya PKBM sebagai suatu institusi pemerhati masalah pendidikan, ialah menyelenggarakan dan memberikan dukungan melalui “ Program Paket A, B, C dan Keterampilan Komputer dan Mengemudi” akan berharap agar mempunyai bekal dan pendidikan dan pengembangan potensi kreatif.

Akhirnya melalui kesempatan ini kepada pengambil kebijakan akan memperhatikan kenyataan kebutuhan akan pendidikan melalui PLS.

B. Dasar
1. Undang-undang No.20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah No.19 tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan.
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 36 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Nasional.
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 44 Tahun 2006 tentang bantuan untuk lembaga pendidikan yang diselenggarakan masyarakat oleh masyarakat dan lembaga kemasyarakatan.
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2007 tentang Alokasi, Klasifikasi, Mekanisme Belanja, dan Pertanggungjawaban Anggaran Belanja.

C. Tujuan dan Hasil Yang Ingin Dicapai.
1. Kegiatan Bantuan Pengembangan PKBM Tematik bertujuan memberikan dana bantuan dalam rangka penyelenggaraan pembelajaran tematik melalui program berbasis potensi lokal
2. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan setiap warga belajar
3. Mengaktualisasikan potensi Masyarakat sehingga dapat digunakan untuk memecahkan problema hidupnya
4. Meningkatkan eksistensi dan peran Program Pendidikan Luar Sekolah pada umumnya dan Program Wajib Belajar 9 Tahun serta penuntasan Warga Belajar Putus Sekolah
5. Memberikan pelayanan pendidikan dasar setara SMP pada siswa putus sekolah
6. Mendukung program pemerintah dalam mempercepat pemberantas wajib belajar Diknas 9 tahun.
7. Meningkatkan kwalitas masyarakat melalui jalur Pendidikan Luar Sekolah.
8. Meningkatkan Life skill warga belajar agar mampu bersaing didalam mendapatkan pekerjaan yang layak.

BAB II
PROGRAM KEGIATAN
A. Pelaksana Program
1. Penyelenggara
Dalam penyelenggaraan program paket A, B dan C serta keterampilan dan kursus, semua unsur yakni warga belajar, tutor, pengelola dan pembina bekerja sama sesuai fungsi masing-masing.

a. Warga Belajar
Warga belajar yang direkrut sebanyak
1) Paket A : 18 (delapan belas) orang.
2) Paket B : 55 (lima puluh lima) orang.
3) Paket C : 166 (seratus enam puluh enam) orang.
4) Kursus Komputer : 20 orang
5) Kursus mengemudi mobil roda empat : 40 orang
b. Tutor
Tutor adalah tenaga pengajar yang terjun langsung memberikan materi pengajaran kepada warga belajar, dan akan bertanggungjawab tentang perkembangan setiap warga belajar yang dibimbing.
c. Pengelola
Pengelola adalah mereka yang bertanggungjawab tentang seluruh unsur yang terkait untuk kemajuan program baik intern maupun ektern, terutama sebagai fasilitator antara lembaga dengan instansi terkait.
2. Program Belajar
a. Mata pelajaran yang akan diajarkan pada kelompok belajar ini adalah :
1) Untuk paket A:
a) Agama
b) PKN
c) IPS
d) IPA
e) Matematika
f) Bahasa Indonesia
g) PENJASKES
2) Untuk paket B:
a) Agama
b) PKN
c) IPS
d) IPA
e) Matematika
f) Bahasa Indonesia
g) Bahasa Inggris
h) PENJASKES
3) Untuk paket C:
a) Agama
b) PKN
c) IPS
d) Ekonomi/Akuntansi
e) Geografi
f) Sosiologi
g) Matematika
h) Bahasa Indonesia
i) Bahasa Inggris
j) PENJASKES
4) Keterampilan/Kursus
a) Mengemudi Mobil (roda empat)
b) Komputer (Windows 7 dan Office 2010)
b. Bahan Belajar
Bahan belajar yang digunakan pada:
1) Paket A : modul yang setara SD/MIS kelas IV, V dan VI dari Sub Dinas Pendidikan Luar Sekolah dengan alat peraga yang disiapkan oleh tutor bidang study.
2) Paket B : modul yang setara SMP/MTs kelas VII, VIII dan IX dari Sub Dinas Pendidikan Luar Sekolah dengan alat peraga yang disiapkan oleh tutor bidang study.
3) Paket C : modul yang setara SMA kelas X, XI dan XII dari Sub Dinas Pendidikan Luar Sekolah dengan alat peraga yang disiapkan oleh tutor bidang study.
4) Keterampilan Mengemudi Mobil : (roda empat) 1 unit Mobil
5) Kursus Komputer: Modul + 5 Unit Komputer
c. Proses Belajar
Proses belajar berlangsung empat kali dalam seminggu, dimana jadwal belajarnya ditentukan sesuai hasil kesepakatan antara tutor, penyelenggara dan Warga Belajar. Tutor membantu warga belajar sesuai dengan mata pelajaran yang akan diajarkan; menyusun satuan pelajaran setiap akan mengadakan kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran diawali dengan mengabsen warga belajar sambil memberi nasehat betapa pentingnya pendidikan dalam pemberdayaan manusia. Proses belajar mengajar dibagi atas beberapa bagian: pemberian materi dengan ceramah, diskusi, evaluasi dan umpan balik terhadap hasil pembelajaran. Akhir dari pembelajaran atau topik bahasan diadakan evaluasi dan pemberian tugas mandiri atau kelompok. Proses belajar mengajar sebaiknya digunakan metode yang variatif. Memotivasi warga belajar dilakukan dengan mengadakan rekreasi pendidikan, cerdas cermat, perlombaan, dan pemberian hadiah bagi yang berprestasi. Kursus Komputer dimulai dengan pengenalan perangkat hingga bisa mengoperasikan Komputer itu sendiri. Adapun Keterampilan mengemudi juga dimulai dari pengenalan dasar sampai pelajaran mengemudikan mobil hingga mahir.

Kelompok belajar melibatkan masing-masing satu orang tutor yang melaksnakan kegiatan pembelajaran perbidang studi, seperti guru bidang studi yang ada di SD/MIS, SMP dan SMA dengan memperhatikan pengalaman dan latar belakan pendidikan serta keinginan tutor untuk membantu program ini.

Jadwal belajar ditetapkan setelah ada kesepakan antara tutor dengan warga belajar, sementara di PKBM Mutiara Bangsa jadwal belajarnya empat hari dan dilaksanakan pada sore hari mengingat warga belajarnya mayoritas karyawan swasta, pegawai instansi, masyarakat umum dan industri atau dari masyarakat ekonomi yang lemah. Sementara hasil yang ingin dicapai dengan program pembelajaran paket A, B dan C ialah diharapkan akan mengurangi jumlah anak atau warga belajhar yang putus sekolah dan menghasilkan anak atau warga belajar yang berkualitas serta mampu meningkatkan keterampilan yang dimiliki, yang pada akhirnya akan menjawab tantangan dunia kerja sekaligus menyukseskan pendidikan wajib belajar yang dicanangkan pemerintah.
B. Lokasi Belajar
Karna masih terbatasnya pendanaan yang kami miliki, maka proses pelaksanaan Program Paket A, B dan C serta kursus dan keterampilan yang kami kelola, lokasi pelaksanaan proses belajar mengajar masih memakai gedung pinjaman.
C. Jadwal Belajar
Sebelum pelaksanaan Tahun Ajaran Baru atau proses belajar mengajar dimulai, perlu ditetapkan jadwal belajar yang menjadi pedoman tutor dan warga belajar dalam melaksanakan tugas masing-masing. Adapun jadwal belajar yang akan diberlakukan yaitu:
1. Dalam setiap minggu akan diadakan proses belajar mengajar sebanyak 4 kali;
2. Setiap mata pelajaran akan berlangsung proses belajar mengajar selama 2 jam
3. Jadwal belajar yang akan diberlakukan (terlampir).
D. Pengajar/Tutor
Tugas dari setiap tutor adalah:
1. Mengajar, membimbing dan melatih Warga Belajar dengan Bidang Studi yang diajarkan
2. Menyusun program belajar yang akan diajarkan
3. Menilai kemapuan warga belajar.
Adapun pengajar yang kami akan libatkan dalam program ini adalah tenaga-tenaga professional di bidangnya, dengan tingkat pendidikan yang memadai, mulai dari S2 dan S1 dengan nama-nama sebagai berikut:

Tutor Paket A : – Hj. Andi Nuraida, SE
– Zakaria, S.Ag
Tutor Paket B : – Yanthi Widyastoeti, M.Pd
– Sucik Mariatin, S.Pd
– Marta, S.Pd
– Diana Romadhine, S.Pd
– Rika, S.Pd
– La Nahara, S.Pd
– Tarmijiansyah, S.P
Tutor Paket C : – Ismail, M.Pd
– Anwar Arifin, S.Pd.I., M.Pd
– Yolan Fitri Ariyani, S.S
– Masri Winoto, S.Pd.I
– Sumarsih, S.Pd
– Siti Rahmah, S.Pd
Tutor Kursus/Keterampilan.
: – Zulkifli Siregar ST
– Helmi, S.Kom
E. Sumber Dana
Sumber-sumber dana yang diharapkan mendukung penyelenggaraan program-program pembelajaran /pelatihan PKBM ini antara lain :
1. Swadaya
2. Pemerintah Daerah dan Pusat
3. Lembaga Instansi terkait
4. Perusahaan / Industri
5. Lembaga-lembaga keuangan dan perbankan
6. Sumber lain yang sah dan tidak mengikat

BAB III
PENUTUP

Demikian proposal paket A, B dan C serta Keterampilan mengemudi dan kursus komputer, selaku penunjang kegiatan program yang ada di PKBM Mutiara bangsa Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur, agar lebih mampu melayani kebutuhan masyarakat yang demikain kompleks. Untuk itu, dengan terselenggaranya program ini diharapkan akan mampu mengantisipasi kebutuhan akan pendidikan dan dapat mengembangkan keterampilan yang telah diberikan.
Demikian program PLS ini agar semakin meningkat, sehingga akan memiliki kemampuan kerja secara profesional, untuk mewujudkan impian masyarakat yang mandiri, kreatif, sehingga akan menuju hidup sejahtera. Amin

Sangatta, 23 April 2012

ALOKASI DAN RINCIAN PENGGUNAAN DANA KURSUS/KETERAMPILAN

A. KESEKRETARIATAN, PUBLIKASI DAN LAYANAN INFOMASI:
1) ATK
– Kertas 5 Rim @ Rp.60.000 Rp. 300.000
– Tinta Printer 10 botol @ Rp.50.000 Rp. 500.000
– Board Marker 10 kotak @ Rp.150.000 Rp. 1.500.000
– Amplop 12 Pak @ Rp. 30.000 Rp. 360.000
– Buku Besar 10 buah @ Rp. 12.000 Rp. 120.000
– Ballpoint 5 kotak @ Rp. 70.000 Rp. 350.000
– Mistar 1 kotak @ Rp. 80.000 Rp. 80.000
– Pensil 2B 3 batang Rp. 15.000
– Staples 5 Buah @ Rp. 15.000 Rp. 75.000
2) Konsultasi dan Pertemuan Rp. 700.000
3) Brosur/Katalog Produk dan jasa Rp. 6.000.000
TOTAL Rp.10.000.000

B. PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT:
1) Keterampilan Komputer
– Honor Tutor 2 Orang x Rp. 500.000 @ 12 bulan Rp. 12.000.000
2) Keterampilan Mengemudi
– Sewa Mobil Rp. 6.000.000
– Honor Tutor 2 Orang x Rp. 500.000 @ 12 bulan Rp. 12.000.000
TOTAL Rp. 30.000.000

C. PENYEDIAAN MATERIAL HABIS PAKAI DAN SARANA PENDUKUNG KEGIATAN :
1) Keterampilan Komputer
– Personal Komputer 2 Set @ Rp.7.500.00 Rp. 15.000.000
– Kertas 5 Rim @ Rp 60.000 Rp. 300.000
– Tinta printer 10 botol 200 ml @ 50.000 Rp. 500.000
– Biaya Perawatan Komputer Rp 3.200.000
2) Keterampilan Mengemudi
– Bensin 150 liter/bulan
Rp. 7.500.000 @ 12 bulan Rp. 9.000.000
– Biaya perawatan @ 1.000.000 @ 12 bulan Rp. 12.000.000
TOTAL Rp. 40.000.000
D. PENYEDIAAN JASA PROFESI DAN TRANSPORT PENYELENGGARAAN KEGIATAN.
1) Honor Pengelola Rp. 300.000 X 4 Orang
@ 12 Bulan Rp. 14.400.000
2) Komunikasi Pengelola Rp. 600.000
TOTAL Rp. 15.000.000
E. ADMINISTRASI DAN PELAPORAN
TOTAL Rp. 5.000.000 ——————–
Jumlah Total ……………………………….. Rp.100.000.000,-
———————
( Seratus Juta Rupiah)

Sangatta, 23 April 2012
Ketua Pengelola

Ismail, M.Pd